In Way

ATM Lelet dan Anak Muda Keren

Androecia Darwis, Pengisi Kolom "In Way"

Apiknews.com – Deretan ATM berbagai bank ini berlokasi di sebuah komplek perumahan, lokasinya strategis sehingga tak heran lokasi ini menjadi favorit bagi masyarakat memenuhi kebutuhan akan uang tunai mereka. Enaknya lagi terkadang ada satpam yang standby bersedia membantu, paling tidak menjaga keamanan. Di antara masyarakat yang suka ke lokasi ini termasuk Pak Datuak.

Pagi ini Pak Datuak sudah ada di lokasi dimaksud dan langsung menuju ATM langganan. Langkah pertama masukan kartu ATM, langkah kedua masukan PIN, langkah ketiga keluar pilihan menu, diantaranya penarikan tunai, langkah ke empat tekan pilihan nominal, langkah kelima biasanya uang keluar dan tertulis anda ingin melanjutkankan transaksi?

Tak biasanya kali ini ATM tak memberikan sinyal, terhenti di langkah keempat. Satu menit, dua menit, atau tiga menit? Kotak ajaib ini tak jua berbaik hati menyerahkan uang untuk Pak Datuak. Pak Datuak mulai khawatir, kenapa lama ya? Ibarat mengendarai mobil yang berhenti di lampu merah, lampunya tak hijau-hijau, kenapa ya? Menunggu adalah pekerjaan yang menyenangkan, tapi tolong sebelum kata menyenangkan tambah kata “tidak”. Pak Datuak resah, uang tak keluar berkurangkah saldo? Mau ditanya kemana? Mesin ATM ini diam aja. Ketika cancel ditekan, maka kartu otomatis keluar, sayang uangnya tak keluar-keluar.

Daripada bengong menunggu, sementara disampingnya ada lagi ATM, Pak Datuak bergeser ke samping. Dilalahnya di ATM terakhir ini semua langkah berjalan lancar, sampai langkah kelima uang keluar, dia tak berhenti di langkah keempat. Alhamdulilah, alhamdulilah, alhamdulilah. Trus selesai masalah? Jelas tidak, ulah pelit mengeluarkan uang dari ATM sebelumnya yang berujung kepada pertanyaan, berkurangkah saldo? Ternyata tetap tak terjawab.

Lalu harus sedih? Lalu harus kecewa? Lalu harus meneteskan air mata, disini banyak orang lo. Malu untuk berwajah cemberut. Ada pepatah mengatakan malu bertanya sesat di jalan infrastruktur (tol). Kenapa ya Pak Datuak tak mau bertanya? Bukankah disitu ada Pak Satpam jaga? Pagi itu Pak Datuak melangkah keluar pintu deretan ATM dengan pikiran fositip (positif), tak mungkinlah mesin yang ganteng dan canggih itu menipu, Kitakan udah temenan, udah langganan sejak dulu kala. Mana mau ATM ini kehilangan pelanggan, ceilah, hahahaha. Dengan pede Pak Datuak segera melangkah menuju mobil parkir.

Belum sampai ke mobil, seorang anak muda setengah berteriak bertanya: “Bapak dari ATM B titik titik I tadi ya?” Dan saya jawab: “Iya” Kalimat persisnya saya lupa, maklum kejadian tadi pagi ceritanya ditulis malam. Kemudian anak muda itu menyerahkan segepok uang, jumlahnya persis sebesar nominal yang Pak Datuak inginkan. Kirain Pak Datuak ATM nya lagi marahan, ngambek sehingga nggak mau nyerahin uang. Pak Datuak heran, mengapa ATM mengeluarkan uang setelah Pak Datuak keluar ruangan? Lagi demen main cilukba ya? Bisa jadi juga malah Pak Datuak yang nggak sempat ngecek lagi sebelum keluar ruangan, aneh memang.

Di atas segalanya, poin penting Pak Datuak adalah di zaman now ini, masih ada seorang anak muda yang berintegritas. Luar biasa kamu nak, sungguh luar biasa. Dan dari atas mobil Pak Datuak menatap anak muda keren itu, semoga dikau mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah, semoga rezekimu dimudahkan. Bravo anak muda, tetaplah konsisten dalam kebaikan. Pagi ini, sebuah pengalaman berharga, kita dapatkan dari seorang anak muda yang saleh. Alhamdulilah.

Androecia Darwis
Bogor, 03.08.19

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button